Spesifikasi Teknis Slab Beton
1.UMUM
Spesifikasi ini menielaskan mengenai pemakaian materil dan pelaksanaa pekerjaan beton.
Mutu Beton yang digunakan adalah K-300
Ketentuan-ketentuan yang tidak tercakup dalam spesipikasi ini berlaku standard Peraturan
Beton Indonesia (PBI),ACI atau code, Standard praktise lainyang berlaku.
2. MATERIAL
a) Beton yang digunakan adalah Readey Mix dengan mutu K-300,
b) Besi Beton yang digunakan jenis besi beton Ulir atau Deform(sesuai dengan gambar
kerja) Dengan mutu beton BJTP-24 untuk Diameter 13 mm dan BJTD 39/U32 untuk
diameter diatas 16 mm, Besi beton bebas dari karat, kotoran minyak dll yang dapat
mengurangi daya rekat besi dengan beton.
c) Besi Plat Ukuran 12 mm x l0 cm x 120 cm
3. PENGECORAN BETON
a) Pegecoran dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak terjadi pemisahan
material(segregation), pegetaran beton yang berlebihan ataupun transport yang terlalu
jauh untuk beton Ready Mix,Bila tidak ditentukan khusus transport beton tidak boleh
lebih dari 5 jam.
b) Genangan air yang dalam bekisting yang mungkin terjadi karena air hujan atau air tanah
harus dibuang terlebih dahulu.
c) Untuk mencegah adanya porositas pada beton harus digunakan vebrator dengan jumlah
yang cukup.
d) Pengecoran beton harus dilakukan sekaligus untuk matting slab. Selama beton dalam
proses pengerasan ,Minimal 10 hari setelah pengecoran harus selalu dibasahi/disiram
dengan air. Pengecoran dilakukan, setelah konstruksi bekisting yang dipasang disetujui oleh pemesan.
4. PENULANGAN
a) Pemasangan tulangan beton harus memenuhi aturan-aturan sesui dengan standard PBI
atau standard lain yang berlaku. Dalam hal sambungan,panjang overlap sambungan tidak
boleh kurang dari 40 D(diameter tulangan yang disambung).Letak sambungan
diusahakan pada bagian-bagian yang mengalami momen lentur cukup rendah.
b) Sebelum dilakukan pengecoran,hanrs dimintakan persetujuan kepada pengawas mengenai
jumlah dan letak tulangan yang dipasang.Pembahan diameter tulangan yang dipakai
karena kesulitan pengadaannya,harus mendapat persetujuan dari pengawas.
5)BEKISTING
a) Bekisting harus dibuat rapi, rapat air dan cukup kokoh.Bahan bekisting dari Multipleks
tebal minimum 9mm atau kayu 3/30 cm atau dari plat besi,bila perlu permukaan
Multipleks atau papan diberi minyak khusus untuk memudahkan pembongkaran
bekisting.
b) Struktur penahan bekisting dari kayu kelas II deirgan ukuran minimum 5.7 cm dan
sebelum pengecoran bekisting dimintakan persetujuan dari pengawas lapangan.
6)PENGETESAN
a) Pengetesan harus dilakukan dengan pengambilan sample kubus 15x15x15 dengan jumlah
minimal 1 sample untuk tiap 5 m3 pegecoran beton. Pegetesan dilakukan di laboratorium
independen dengan persetujuan dari QA ( Quality Assurance ) Pemesan.
b) Dalam hal test uji kubus tidak memenuhi syarat maka harus dilakukan Non Destructive
Test (NDT) antara lain dengan Hammer test atau dengan cara lain yang disetujui oleh
pengawas Pemesan.
c) Sebelum Mating Slab tersebut di bawa ke Lokasi Pemesan terlebih dahulu diminta
persetujuan dari Pengawas Pemesan